RSS

Google Angkat Kaki Dari Tiongkok

Google Vs Tiongkok
Mesin pencari dunia maya terbesar, Google, memutuskan untuk menghentikan hubungan kerjasamanya dengan  Tiongkok setelah didera berbagai macam persoalan. Google akan menutup jaringan internetnya google.cn di negara tersebut dan untuk sementara mengalihkannya ke Hongkong. Hongkong sendiri adalah negara administratif khusus Tiongkok yang mengelola sistem perekonomian dan menjalankan politiknya sendiri.

Menurut pemerintah Tiongkok, Google melanggar kesepakatan kerja sama mereka pada saat penandatanganan kontrak kerja sama tahun 2006 lalu. Dalam kontrak kerja sama itu, pemerintah Tiongkok memberikan persyaratan kepada Google sebelum memulai aktifitas bisnisnya di negara itu. Oleh pemerintah Tiongkok, Google diminta menyaring setiap pencarian informasi yang dilakukan para pengguna internet. Google kemudian menyetujui perjanjian tersebut dan menandatangani secara resmi kontrak kerja sama dengan negeri Tirai Bambu.

Dua tahun berselang, Google menguasai serta memimpin pasar bisnis dunia maya di negara tersebut. Ketika pertama kali mereka beroperasi di Tiongkok, Google mempekerjakan 600 orang karyawan. Nominal ini merupakan setengah dari total karyawan perusahaan Google di dunia. Secara global, total pendapatan Google dalam bidang industri maya mencapai 24 miliyar Dolar per tahun.  Sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Setiap tahunnya, atmosfir bisnis Google di Tiongkok memperlihatkan grafik yang terus meningkat.

Memasuki tahun ke tiga, Google.Inc,  raksasa dunia maya yang kiprahnya di pasar bisnis Tiongkok tak tertandingi, mulai mendapat gangguan keamanan. Google menuding para hacker Tiongkok telah membobol jaringan situs mereka. Sekelompok hacker menyerang akun-akun gmail milik aktivis HAM Tiongkok guna menggali informasi. Google mengatakan, komunitas hacker tersebut membobol situs miliknya  agar dapat menyusup ke akun-akun gmail para aktivis HAM Tiongkok sehingga aktivitas para aktivis ini bisa mereka mata-matai.

Tudingan tersebut kemudian dikuatkan dengan adanya temuan-temuan Google terhadap beberapa akun gmail para aktivis HAM di Eropa, Amerika dan Tiongkok yang diakses ilegal secara rutin. Google lantas menyerang pemerintah Tiongkok dengan melontarkan tuduhan  sebagai dalang dibalik kasus tersebut. Selain itu, Google juga menyoroti kesepakatan perjanjian kerja sama mereka dengan mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok yang membatasi kebebasan berinternet.  Pernyataan google inilah yang kemudian menjadi pemicu perang dingin antara Tiongkok dengan Amerika. Sebelumnya, Tiongkok memang sempat bersitegang dengan Amerika lantaran kasus perdagangan senjata Amerika ke Taiwan. Disamping itu, kemajuan Tiongkok dalam ranah perekonomian dunia internasional membuat Negara adidaya tersebut harus ekstra hati-hati. Pasalanya, ketika krisis global berlangsung, sistem perekonomian Amerika menjadi terganggu, sementara Tiongkok terus menunjukkan prestasi gemilang. 

Menteri luar negeri Amerika serikat Hillary Clinton langsung angkat bicara mengenai perseteruan Google dengan Tiongkok tersebut. Dalam pidatonya Hillary menegaskan bahwa “pemerintah Tiongkok harus menanggung segala konsekuensinya. Jika mereka tidak mampu menyelesaikan kasus tersebut, Tiongkok harus bersiap menyambut kecaman dunia internasional”. Tegas Hillary.

Dilansir dari www.Bloggaul.com/11.July.2010/11:30, Hillary juga mengatakan “Situasi yang melibatkan Google saat ini mengundang kepentingan banyak pihak. Dalam dunia yang terhubung sepenuhnya seperti saat ini,serangan terhadap jaringan sebuah negara bisa berarti serangan terhadap kita semua,”. Pemerintah Tiongkok menganggap pernyataan Hilary tersebut merupakan sebuah tindak provokatif kepada Negara-negara lain terhadap Tiongkok.

Tak Pengaruhi Investasi
Perseteruan antara Google dengan Tiongkokyang tengah berlangsung tidak mempengaruhi investasi bisnis perusahaan-perusahaan Amerika serta negara lain di Tiongkok. Zhong Shan yang merupakan wakil Kementrian Perdagangan Tiongkok mengatakan bahwa hingga saat ini “Tiongkok masih tetap menjadi tempat yang potensial bagi para investor”, (www.teknologi.vivanews.com/Monday/12.July.2010/09:20).

Menurut Zhong Shan, terdapat 50 ribu lebih bisnis yang tengah beroperasi di Tiongkok saat ini. Bahkan beberapa perusahaan besar terus meraup keuntungan dari capaian target penjualan mereka. Perusahaan GM misalnya, angka penjualan produk mereka meningkat hingga 67%. Sementara perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti Sinopec dan Foxconn tetap bertahan dan terus melakukan usaha-usaha peningkatan produksi mereka ditengah derasnya arus investasi luar negeri.

Juru bicara Departement  Luar Negeri Tiongkok, Qin Gang, menyatakan bahwa langkah yang diambil pihak Google tersebut merupakan keputusan perusahaan dan dipastikan tidak akan mempengaruhi bahkan mengganggu hubungan politik serta perekonomian Tiongkok – Amerika.

Hengkangnya Google dari Daratan Tiongkok menjadikan harga saham mereka di bursa efek turun hingga 2,50 Dollar Amerika menjadi 5557,60 US Dollar per lembar. Sedangkan Baidu, rival google dalam bisnis mesin pencari dunia maya mengalami kenaikan di bursa saham sebanyak  10,07 Dollar Amerika menjadi 579,72 US Dollar. (www.koran-jakarta.com/Monday/12.July.2010/10:00).  

Meskipun Google telah menutup situs jaringan mereka di Tiongkok dan mengalihkannya ke Hongkong (google.com.hk), dipastikan perusahaan asal Amerika tersebut tetap akan meraup untung besar dari Tiongkok. Menurut data yang berhasil dihimpun, pendapatan Google pasca hengkangnya rata-rata mencapai 300-600 juta US Dollar.

Google bukanlah industri maya pertama yang terlibat kasus dengan Tiongkok. Sebelumnya, Yahoo dan Ebay juga pernah berseteru lantaran peraturan yang ditetapkan pemerintah Tiongkok tentang sensor informasi bagi para pengguna jaringan internet di Tiongkok. “Operator internet di Tiongkok harus tunduk pada hukum dan peraturan yang ada di Tiongkok”, ungkap Qin Gang seperti yang dilansir dari www.contan.co.id/Monday/12.July.2010/10:22.

Sampai tahun 2010, Google tetap eksis menjalankan pasar bisnisnya di Hongkong. Belakangan sebuah rumor beredar bahwa google akan kembali manjajaki Tiongkok untuk mengembangkan bisnis dunia mayanya. Perusahaan yang menjalankan situs mereka di Tiongkok, Guxiang, telah membuat surat permohonan pembaharuan lisensi kepada pemerintah Tiongkok. Mereka juga berjanji akan tunduk pada peraturan yang ditetapkan. Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan serius dari pemerintah Tiongkok khususnya Departemen Terkait. Aplikasi Google akan di tinjau kembali dan hasilnya akan segera dilaporkan. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS